Jumat, 31 Mei 2013

penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak

0 komentar


“Penyakit Mulut dan Kuku Pada Hewan Ternak”

            Penyakit mulut dan kuku (PMK) atau Apthae epizootica (AE) adalah penyakit akut yang diakibatkan oleh virus yang biasanya menyerang hewan berkuku genap seperti sapi, kambing, kerbau, dan domba. Gejala spesifik dari penyakit PMK adalah terdapatnya luka atau lepuh pada bagian selaput lendir mulut, kuku dan celah kuku. Gejala-gejala umum bila hewan ternak terkena penyakit ini yaitu pada selaput lendir mulut terjadi pembengkakan  atau pelepuhan yang berisikan cairan jernih, namun lama-kelamaan cairan jernih tersebut berubah menjadi cairan keruh keputih-putihan. Dan apabila cairan keruh tersebut pecah, maka akan menimbulkan luka pada daerah mulut, sehingga membuat hewan yang menderita penyakit ini akan menjadi tidak nafsu untuk makan, dan bila masalah ini berlanjut maka akan menimbulkan kematian. Gejala lain dari penyakit PMK adalah hewan mengalami demam tinggi, air liur yang keluar secara berlebihan, dan hewan akan mengalami kepincangan karena terjadi pembengkakan pada tajuk kaki.
            Penyakit PMK termasuk golongan penyakit yang dapat menular. Penularan penyakit ini dapat melalui makanan, minum, air kencing, air susu, air liur dan peralatan yang terkontaminasi, serta melalui kontak langsung dengan sapi yang menderita penyakit PMK. Namun, penularan ini dapat dicegah dengan memisahkan hewan yang sehat dengan hewan yang terkena penyakit ini, namun bila sudah terjadi kontak langsung dengan hewan yang terjangkit, maka hewan yang sehat harus diberi desinfektan. Kemudian melakukan sanitasi secara rutin terhadap kandang, tempat minum dan tempat makan. Dan bila hewan sudah terkena penyakit ini, maka harus segera diobati dengan memberikan injeksi antibiotik, sulfat dan pemberian vitamin A. Pemberian vitamin A ini bertujuan untuk memperbaiki jaringan-jaringa kulit yang telah rusak.




Daftar Pustaka

1.      Ako,Ambo.2011.produksi ternak besar.Makaassar.
2.      Anonim. 1995. Beternak Sapi Perah. Kanisisus. Yogyakarta.
3.      Hidayat, A., P. Effendi, A. A. Fuad, Y. Patyadi, K. Tagucghi dan T. Sugiwaka.2002. Teknologi Sapi Perah di Indonesia: Kesehatan Pemerahan. Proyek Peningkatan Teknologi Sapi Perah. JICA-Dairy Technology Improvement Project. Bandung.
5.      Kanisius. 1974. Sapi Perah Edisi Seri Budi Daya. Penerbit Kanisius. Jogjakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar