Rabu, 29 Februari 2012

Kerbau tedong bonga, kerbau khas dari Tana Toraja

0 komentar

Kerbau merupakan binatang memamabiak yang masih termasuk dalam subkeluarga bovinae dengan spesies yaitu  Bubalus bubalis. nah kerbau biasanya hanya dipandang sebagai hewan ternak dan sering kali ditemukan berkubang lumpur di sawah, namun lain halnya dengan kerbau yang satu ini yaitu kerbau khas dari Tana Toraja di Provinsi Sulawesi Selatan. Kerbau yang biasanya dinamakan dengan tedong bonga atau kerbau belang ini ditemukan di sekitar kehidupan sehari-hari masyarakat Toraja. Bagi mereka, kerbau memiliki posisi istimewa dan menjadi salah satu simbol prestise dan kemakmuran. Nah mau tau ceritanya lebih lanjut simak ya J.

Gambar 1. Foto Kerbau tedong bonga khas Tana Toraja

Kerbau tedong bonga atau kerbau belang merupakan Kerbau yang sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat Toraja. Kerbau albino belang jenis bubalus bubalis atau kerbau lumpur, banyak dijumpai di Tana Toraja. Bagi mereka, kerbau memiliki posisi istimewa dan menjadi salah satu simbol prestise dan kemakmuran. Dalam upacara adat Toraja seperti Rambu Solo, kerbau memegang peranan sebagai peranti utama. Kerbau digunakan sebagai alat pertukaran sosial dalam upacara tersebut. Jumlah kerbau yang dikorbankan menjadi salah satu tolok ukur kekayaan atau kesuksesan anggota keluarga yang sedang menggelar acara. Kebanggaan akan hal tersebut terlihat dari jumlah tanduk kerbau yang dipasang pada bagian depan tongkonan (rumah tradisional Toraja) keluarga penyelenggara upacara Rambu Solo.

Hewan besar cantik yang satu ini harganya bisa mencapai Rp 300 juta loh! Waah luar biasa mahalnya bukan. Harga tersebut ditentukan dari ragam corak dan kemulusan kulit. Maka tak heran tedong bonga sering disebut kerbau raja. Dalam suatu web dinyatakan bahwa perawatan tedong bonga berjenis saleko atau belang seluruh badan ini memang bak raja. Tiga kali seminggu kerbau bernama artis dua ini ditemani berendam selama tiga jam. Seluruh badan juga diberi shampo agar bulu-bulu tidak rontok. Rumput yang diberikan harus segar. Sang kerbau pun cukup tunggu di kandang karena semua akan dilayani perawat kerbau. Tak heran jika kerbau berusia sembilan tahun itu bisa memiliki berat 700 kilogram. Namun tak hanya itu kandang kerbau juga diasapi rumput basah, hal ini bertujuan menjaga kerbau dari gigitan nyamuk.

Ciri khas ‘Kebo Toraja’ yang biasanya juga merupakan sebagai kerbau petarung (fighter) ini ototnya keras tapi agak langsing. Bentuk fisik kerbau lainnya yang oleh masyarakat Toraja disebut tedong itu berbeda dengan yang banyak ditemukan di kawasan lainnya. Kerbau Toraja rata-rata berbadan kekar dan beberapa di antaranya memiliki kulit belang serta tanduk memanjang. Dengan berbagai keistimewaan tersebut, tidak heran jika harga seekor kerbau yang kondisi fisiknya dinilai sempurna oleh masyarakat setempat. Lalu agar tubuh kerbau menjadi kekar dan kuat, susu dan belasan butir telur ayam menjadi santapannya sehari-hari. Kekuatan dan postur tubuhnya akan sangat berpengaruh pada nilai jual serta daya tempur kerbau di arena adu kerbau(untuk kerbau petarung dalam sebuah adat). Lucunya jarang ada Kebo Toraja yang 100% mau di tuntun tuannya, sebab dia marah kalau hidungnya di ikat tali wah wah wah. (fs)


Refrensi
http://berita.liputan6.com/read/316212/kerbau-belang-adalah-raja-di-tana-toraja
http://disnak.jambiprov.go.id/content.php?show=berita&id=98&kategori=Umum&title=PROSPEK%20KERBAU%20BELANG%20DI%20JAMBI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar