Tampilkan postingan dengan label peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peternakan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 September 2013

Cara Kerja Biogas dari Kotoran Sapi

0 komentar

Biogas bukanlah makanan asing lagi masyarakat Indonesia. Bahan bakar alternatif ini merupakan sumber energi alternatif dan bisa diperbaharui. Misalnya biogas berasal dari kotoran ternak sapi maupun ternak-ternak lainnya.

Keuntungan yang didapat dari energi alternatif ini antara lain ; sumber energi yang bisa diperbaharui,murah,namun membutuhkan keahlian khusus dalam menghasilkannya. Ditambah,proses ini akan menghasilkan biosluri (ampas kotoran sapi) yang sangat baik digunakan untuk dijadikan pupuk dan sangat subur.

Namun,beberapa pihak masih belum mengetahui bagaimana cara kerja dari biogas ini. Dan masih belum diterapkan dengan maksimal.

Berikut kami tampilkan videonya,selamat menyaksikan :)


Bagaimana ? mau bikin sumber energi alternatif :) 

Thanks,TIM INFOKOM KERTAS
Read more...

Senin, 01 April 2013

Banyuwangi Kerja Sama Sapi Perah Dengan Kanada

0 komentar
 Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, hingga kini terus melakukan kerja sama dengan pemerintah Kanada dalam pengembangan sapi perah. Bahkan utusan Kedutaan Besar Kanada memberikan pelatihan kepada peternak sejak Selasa, 26 Maret 2013, hingga Kamis hari ini, 28 Maret 2013.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Banyuwangi, Heru Santoso, mengatakan, pemerintah Kanada juga akan mengundang lima hingga enam peternak sapi perah asal Banyuwangi untuk melihat langsung peternakan sapi dan pengolahan susu di Kanada pada Juli mendatang.

Selain itu, pemerintah Kanada juga akan memberikan bibit sorgum untuk pakan ternak dan hibah pengembangan teknologi informasi bagi peternak. "Jadi nantinya pemerintah Kanada bisa memantau perkembangan sapi perah cukup lewat handphone," kata Heru, Kamis, 28 Maret 2013.

Konsultan Asosiasi Ternak Genetika Kanada, Robert P. Lang, mengatakan, tujuan dilakukan kerja sama dengan pemerintah Banyuwangi adalah meningkatkan pengetahuan peternak tentang bagaimana membudidayakan sapi perah dengan baik.

Menurut Robert, bila budi daya sapi perah dilakukan dengan baik, setiap ekor sapi bisa menghasilkan susu minimal 20-25 liter per hari. Kondisi alam Banyuwangi pun sangat mendukung untuk menghasilkan pakan ternak, terutama rumput, dalam jumlah berlimpah.

Selama ini, kata Robert, produksi susu masih di bawah angka 20 liter per hari akibat cara perawatan yang masih buruk. "Perawatan yang buruk dimulai dari bahan dan cara memberi pakan yang salah," ujarnya.

Saat ini juga sedang dikembangkan budi daya sapi perah, bekerja sama dengan PT Nestle. Hasilnya, populasi sapi perah pada 2012 sebanyak 1.200 ekor dengan produksi susu hingga 90 ribu liter per bulan. Sapi perah lokal diambil dari Malang dan Pasuruan.

Kendati begitu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tetap berharap agar pemerintah pusat membuka keran impor sapi. Menurut Heru, awal 2012 lalu, pemerintah Banyuwangi telah mengajukan surat kepada Menteri Pertanian agar Banyuwangi diizinkan mengimpor 300 ekor sapi perah dari Kanada seharga Rp 60 juta per ekor.

Heru menjelaskan, impor sapi dari Kanada bertujuan mendukung budi daya sapi perah di seluruh kecamatan di Banyuwangi. Kanada dipilih karena kualitas sapinya dianggap terbaik. Namun Kementerian Pertanian menolaknya setelah merebak penyakit sapi gila (mad cow) di Amerika Serikat.

sumber: TEMPO
Read more...

Senin, 11 Maret 2013

Thumbelina, Kuda Terkecil Di Dunia

0 komentar


Thumbelina tercatat sebagai kuda terkecil di dunia pada tanggal 7 Juli 2006 oleh Guiness World Record. Pada saat diukur, Thumbelina memiliki tinggi 44.5 cm (17.5 in). Thumbelina terlahir dari ras kuda mini dan lahir di peternakan khusus kuda mini. Kuda Terkecil di dunia ini di miliki oleh Kay dan Paul Goessling (keduanya dari USA) yang menetap di pertanian Goose Creek Farm Inc, St Louis, Missouri, Amerika Serikat.

       Ukuran normal kuda mini biasanya adalah 34 in dan beratnya sekitar 250 pon. Tetapi sejak lahir, dia sudah kelihatan kecil, berat hanya 8 pon, dan berat maksimal yang bisa diraihnya adalah seperti sekarang, 60 pon. Dia mungkin tidak pernah bercita-cita menjadi juara, dia begitu kecil dan dia akan merasa sulit untuk melompati sebuah ember. Tapi bagi Thumbelina,kecil bukanlah suatu hal tantangan untuk tetap hidup, buktinya ia telah secara resmi diakui sebagai kuda terkecil di dunia.

       Ukuran yg sangat luar biasa sebagai dwarfisme. Hal ini membuat miniatur padanya lebih dari sekedar sebuah miniatur. Dia mungkin sebuah kuda mini, walaupun kecil namun tetapi sangat berarti bagi pemiliknya. Dia sangat suka bergaul dengan kuda-kuda lain disepanjang lahan peternakan 150-hektar luasnya.

"Ketika ia lahir, ia begitu kecil, kami pikir dia tidak akan berhasil. Dia begitu tampak sangat sakit. Kami takut akan terjadi kejadian lebih buruk yang akan menimpa dirinya”.

"Karena kakinya secara proporsional lebih kecil dari tubuhnya dan kepalanya, dia harus memakai alat kelengkapan ortopedi untuk meluruskan dirinya ketika dia keluar untuk mulai berjalan. kami sangat mencintainya dan tidak ingin ada jalan lain," kata Michael Goessling.

        Orangtua Michael telah membesarkan ratusan kuda miniatur,  tetapi mereka tidak pernah memiliki kuda yang sekecil Thumbelina, Dia telah menjadi selebriti disuatu kota di Amerika. Thumbelina tinggal di secangkir gandum dan di segenggam jerami, dilayani dalam waktu dua kali sehari. Ia diperkirakan hidup normal sampai usia 17 tahun karena untuk ukuran tubuh kuda normal biasa hidup sekitar 35 tahun.



"Dia hanya kebetulan lengkap dan kami memanggilnya mini mini. Dia terlalu berharga untuk dijual, Dia memiliki faktor khusus yang wow, yang hanya Anda dapatkan ketika Anda melihat betapa kecilnya dia sebenarnya, "kata Michael.

      Walaupun dia memiliki kemampuan untuk hamil dan melahirkan, keluarga Goessling telah memutuskan untuk tidak membiarkan hal ini terjadi. Karena mereka percaya akan ada komplikasi selama kehamilan, maka akan lebih baik untuk menghindari risiko itu. Dan mereka merasa untuk meneruskan keturunan ini dapat melalui gen yang menciptakan dwarfisme pada kuda ini yang dapat dilakukan pada generasi mendatang.

Read more...

Senin, 17 September 2012

PETERNAKAN KUDA DI INDONESIA

1 komentar
Peternakan Kuda Indonesia

Usaha beternak Kuda sudah sejak lama dikenal bangsa kita. Sebagian masyarakat kita di Nusa Tenggara dan Sulawesi beternak kuda di daerah yang luas, dimana kuda berkembang biak secara alamiah, hidup dan mendapat makanan dari apa yang ada di daerah sekitarnya. Kondisi dan faktor yang menguntungkan usaha peternakan kuda ialah tanah Indonesia mengandung kapur, musim hujan panjang dan padang rumputnya luas sehingga bisa memenuhi kebutuhan makanan kuda.

Kuda yang berada di alam bebas di daerah Nusa Tenggara umumnya tidak akan kekurangan pakan karena alam sekitarnya membantu membesarkan dan menghidupinya. Setiap peternak atau pemilik kuda hendaknya berprinsip bahwa kuda yang hidup dalam perawatannya memerlukan lebih banyak perhatian daripada kuda yang hidup di alam bebas. Di alam bebas kuda dapat mencari sendiri makananya sedangkan kuda yang dirawat manusia kehidupanya bergantung pada apa yang diberikan manusia kepadanya. 

Salah satu faktor yang sangat menunjang keberhasilan peternakan kuda adalah pakan. Pakan akan menjamin kelangsungan hidup dan pertumbuhan kuda, disamping tentunya faktor perawatan dan kesehatan yang tidak boleh disepelekan. Semua ketentuan ini berlaku bagi segala jenis kuda baik kuda asli maupun impor.

Bagi seorang peternak kuda, tidak ada hal yang lebih membanggakan, kecuali menghasilkan seekor kuda dengan bangun tubuh indah, serta tulang-tulang kuat dan sehat. Apalagi bila kuda itu berhasil menjuarai pacuan atau olahraga berkuda lainnya. Kepuasan atau kebanggan itu akan lebih dirasakan oleh si peternak yang sudah mulai mengenal kudanya sejak masih dalam kandungan induknya hingga saat dilahirkan serta kemudian disusul dengan proses membesarkannya sampai cukup umur untuk ditampilkan ke gelanggang pertandingan.

PAKAN KUDA

Di negara lain makanan kuda terdiri dari jagung, oat (bijian gandum) ,ban (dedek gandum), lucern chaff (rumput lucern yyang dipotong halus) atau lucern hay (rumput lucern yang di bal) atau oaten chaff (batang gandum yang di potong halus) jagung dan oat sebagai konsentrat, lucern chaff mengandung protein tinggi , bran dan oaten hay sebagai serat kasar. 

Di Indonesia kita kenal beberapa macam makanan kuda seperti: gabah, jagung, dedek halus dan kasar, kacang hijau atau kedele, dan lain-lain.

Makanan pokok bagi kuda adalah rumput. Ada bermacam-macam jenis rumput yang dapat diberikan kepada kuda, diantaranya panicum muticu, brachiaria mutica dengan ketinggian 1,20 meter dan bermacam-macam jenis rumput yang tumbuh dimana-mana dengan ketinggian 40 cm yang biasa diarit untuk makanan kuda. Dengan makanan rumput saja kuda sudah dapat hidup tetapi untuk mencapai prestasi maka kuda diberi makanan tambahan berupa konsentrat. Konsentrat terdiri dari jagung, gabah dan kacang-kacangan (kacang hijau atau kedelai). Selain rumput dan konsentrat juga diberi multivitamin dan mineral.

Makanan kuda diberikan sesuai usia, keadaan dan kegunaannya. Usia kuda dapat dibagi dalam beberapa tahap, usia 1-6 bulan, 6-12 bulan, 12-24 bulan, 24 bulan keatas. Untuk kuda berumur 1-6 bulan tidak disediakan makanan khusus, karena masih ikut dengan induknya yaitu menetek atau ikut makan makanan induknya. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan ialah makanan induknya. Induk kuda yang menyusui makan untuk 2 ekor (dia sendiri dan anaknya). Jika induk itu sudah bunting lagi maka dia makan untuk 3 ekor. Dalam hal ini maka pemberian makanan harus tiga kali lipat,khususnya pemberian multivitamin dan mineral. Kekurangan multivitamin dan mineral mengakibatkan pertumbuhan anaknya di luar dan di dalam kandungan kurang sempurna di samping induknya juga akan menjadi lemah. Pemberian kacang-kacangan dan bungkil membantu pembentukan air susu dalam jumlah cukup. Pengaturan makanan di berikan pagi, siang dan sore.

Umur 6 bulan anak kuda sudah dipisahkan dari induknya. Karena dia sudah terbiasa makan dengan induknya. Maka tidak banyak terjadi perubahan pada dirinya. Untuk beberapa hari dia akan kehilangan induknya, kemudian dia akan terbiasa karena akan berkumpul dengan anak kuda lainnya yang sebaya. Pengaturan makanan diberikan pagi dan sore, karena dia akan diumbar sepanjang hari dari pagi sampai sore. Keadan ini berlangsung sampai anak kuda berumur 24 bulan (2 tahun). Pada umur 24 bulan (2 tahun) ke atas anak kuda sudah di anggap dewasa, mulai dia dengan kehidupan baru sesuai keturunannya, jika dia kuda pacu maka dia mulai dilatih secara bertahap dan pemberian makanan pun disesuaikan.

Pemberian pakan kepada kuda pacu lebih banyak dipusatkan kepada konsentrat, multivitamin dan mineral. Pemberian rumput dibatasi. Pemberian konsentrat sesuai dengan kebutuhannya akan kalori energi sebagai kuda pacu.

Kuda untuk olahraga dianggap dewasa pada umur 3 tahun. Pada umur 3 tahun baru mulai dilatih. Kuda olahraga tidak boleh terlalu dini di latih karena punggungnya belum kuat dan mudah cedera. Pemberian pakan disesuaikan dengan latihannya. Jika latihannya meningkat maka konsentrat di tambah. Lain halnya dengan kuda pacu, maka kuda olahraga lebih banyak memerlukan konsentrat dan serat kasar. Karena selain dia memerlukan energi juga daya tahan yang kuat.

Pemberian makanan kepada pejantan selain konsentrat, multivitamin dan mineral ditambah dengan pemberian kacang-kacangan lebih banyak untuk kesuburannya. Pejantan dalam keadaan kerja pada musim kawin selama 6 bulan selain diberikan makanan tersebut diatas dalam jumlah yang cukup, setiap kali sesudah kawin di berikan tambahan telor ayam segar (5-10 butir) dan madu secangkir. Disamping itu juga pemberian vitamin E dan Testoteron. Masa peralihan dari musim kawin ke masa istirahat harus dilaksanakan secara bertahap, baik dalam jumlah perkawinannya maupun jumlah makanannya. Pemberian makan kepada pejantan masa istirahat dikurangi jumlah konsentrat dan tidak perlu pemberian telur, madu dan suntikan vitamin E dan testoteron. Perawatan dan pemberian makan kepada pejantan penting karena daripadanya kita harapkan dapat memberikan keturunan yang baik.

Pemberian makan kepada kuda yang sedang istirahat cukup diberi konsentrat, rumput dan diumbar sepanjang hari. Kuda-kuda tersebut tidak diberi multivitamin dan mineral. Yang dinamakan kuda istirahat ialah kuda betina yang tidak bunting, pejantan sesudah masa kawin, kuda pacu dan olahraga yang tidak dilatih atau karena cedera atau sedang memperbaiki kondisi dan lain-lain.

Susunan makan untuk kuda sesuai kondisi dapat dilihat di bagian belakang(lampiran). Susunan makan ini terdiri dari jenis makanan dalam bentuk asli atau jagung, dedek, gabah yang masing-masing di berikan dengan jumlah tertentu. Sekarang sudah beredar pakan kuda dalam bentuk pellet (butiran) yang terdiri dari jagung, gabah, dedek, multivitamin dan mineral, dan lain-lain. Pemberian makan diberikan dalam bentuk pellet disuaikan dengan kebutuhannya. (vie)

Read more...